Selamat Datang di Yuri Maid Cafe Bagian 2

Selamat Datang Di Yuri Maid Kafe

 

Selamat Datang di Yuri Maid Cafe

Natal semakin dekat (di dalam cerita), Yuri Maid Cafe “Little Garden” bersiap-siap menyambutnya. Di lain hal, sedikit-demi sedikit Yuri akhirnya menerima kodratnya sebagai yuri. WARNING! cerita lesbian eksplisit!!


Bagian 2

Persiapan Natal 1


Di pinggiran kota, berdiri sebuah cafe modern, “Little Garden”.

Cafe ini terkenal akan kuenya yang enak sehingg pada waktu menjelang natal, para maid-nya sangatlah sibuk.

Hari ini, sehari sebelum natal dan setelah jam buka selesai, diadakan rapat untuk membahas strategi natal tahun ini.

Terima kasih semuanya~”

Setelah selesai mencuci peralatan makan, Yuri, maid yang baru saja bekerja meninggalkan dapur. Dan yang ditemuinya di atas meja adalah…

Chyuu nnn, fuuu, kuu, nn….♪”

Ke-kenapa kalian tiba-tiba berciuman!?”

Dengan cepat Yuri menjauh dari meja.

Dihadapannya, dua orang senpai-nya… Kisara, Ojou-sama kelas dua SMA yang berpenampilan rapi, dan Miona, loli dengan twintail sedang berpelukan dan dalam situasi bermesraan.

Cchuuppa kuchyuyu♪”

Ciuman yang bergairah, sebuah ciuman yang dalam. Bagi Yuri yang normal, rangsangan itu terlalu kuat.

Huhuhu, beginilah salam di cafe ini”

Yang sedang menyandarkan pipinya pada telapak tangan dan tersenyum kepada Yuri adalah Liz, maid dengan rambut pirang tergulung dan dadanya yang besar.

Maid paling senior diantara keempat maid, kelas 3 SMA.

Dan beginilah, sebelum memulai bekerja dan setelah selesai bekerja, kita akan bertukar ciuman. Untuk membentuk ikatan diantara sesama pekerja. Ini adalah tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun tahu~”

Tradisi yang mengerikan…!!”

Yuri menyesal, tentu saja. Dia hanya bisa mengutuk dirinya yang terjebak dengan bayaran 1000 yen perjam ditambah tempat tinggal gratis.

Kalau saja aku membaca deskripsi pekerjaan dengan jelas… Aku pikir ini ini hanya cafe biasa!?”

Chu, un.. chuuuu…♪”

Dan dihadapannya terjadi lagi ciuman yuri, dengan kedua tanganya dia menutupi mukanya yang memerah.

Tangan-tangan putih Liz mendarat di kedua pipi Yuri.

Sekarang, kita juga…”

Tidak! Tidak mau!”

Yuri mulai panik melihat bibit pink itu mendekat.

Sambil berciuman, atau lebih cocok dibilang bertukar air liur, Kisara dan Miona meperhatikan Yuri.

Muu, jangan begitu Yuri, hanya ciuman saja malu? Nanti kalau kau sudah terbiasa, akan kuajari kau hal-hal yang lebih menakjubkan, ok!?”

Apa maksudmu dengan hal-hal yang lebih menakjubkan? Apa itu legal?”

Kisara sebenarnya sudah berpikir yang tidak-tidak di dalam kepalanya.

Hehe~ anak baru, kau 100 tahun teralu cepat untuk bisa menolak ciuman dari Liz-oneesama!”

Perkataan seperti itu dikatakan oleh Miona hanya pada saat diluar pekerjaan seperti ini.

Kau ini, aku ini kakak kelasmu kan?” Yuri berkata dengan tangan yang gemetar.

Yuri dan Kisara sama-sama kelas dua SMA, satu tahun lebih tua dari Miona.

Harusnya kau bersikap sopan…”

Tapi di cafe ini, aku lebih senior. Jadi Yuri, kau garus sopan terhadap seniormu.”

Gadis loli Miona. Dengan senyuman iblis kecilnya… marupakan sebuah pesona tersendiri, berbeda dengan sifat polos yang digunakannya saat bekerja.

Dan dil ain tempat, Liz sudah berpose untuk berciuman dengan Yuri.

…hiks…. Kau tidak mau… melakukannya denganku?”

Mata yang berair hendak menangis itu sangat dekat. Dan pandangannya bertemu dengan pandangan Yuri. Bersamaan dengan itu, nafas manis saling bertemu.

Gadis berambut pirang tergulung dengan mata birunya. Juga wajahnya yang begitu cantik membuat wajah Yuri memerah.

…Terus terang saja, dia imut. Liz memberikan kesan seorang kakak perempuan yang manja dan memunculkan naluri untuk melindunginya.

Perasaan lembut dan hangat layaknya masrmellow terpancar dari seragam maidnya, dan juga kekuatan penghancur.

Aah… itu… anu… bukannya aku tidak mau…”

Yuri tidak jelas mengatakan hal itu dan wajah Liz tiba-tiba memerah… menambah kecantikannya.

Kalau begitu ayo kita ciuman!”

Dengan senyuman bahagia Liz yang bersinar, Yuri pada akhirnya tidak kuasa untuk menolak.

Uu… ba-baiklah…”

.Chuu

Dengan jemari yang saling terikat, sebuah ciuman yang sangat manis.

Inilah kesederhanaan dari pekerja di Yuri Maid Cafe “Litle Garden”.

======= END =======

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.