Selamat Datang di Yuri Maid Cafe Bagian 1

Yuri Maid Cafe
Yuri Maid Cafe

Warning!! Warning!! Ini adalah cerita yang bertemakan lesbian secara explisit. You have been warned!

As the title said. Yuri Maid Cafe adalah tempat dimana 4 gadis itu berkumpul membangun cerita tentang cinta, persahabatan, ciuman, ciuman, dan ciuman!!


Bagian 1

Selamat datang kembali Tuan Putri


Selamat datang kembali, tuan putri.”

Ini adalah tempat di sebuah kota metropolitan, sebuah kafe dipinggiran kota.

Penuh dengan nuansa feminim, interior tokonya berwarna putih dan merah mudah nan cantik, dan hari ini juga, para gadis di sana sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Dan juga mereka, 4 gadis yang menyambut para pelanggan, semuanya mengenakan seragam maid.

Seragam dengan gaya rok hitam panjang dan celemek putih, terlihat moe namun memberikan kesan kebersihan yang agung.

Ini adalah sebuah tradisi bahkan sebelum moe itu sendiri diakui, maid cafe sebenar-benarnya yang telah memiliki sejarah selama puluhan tahun.

Tapi bukan hal itu yang membuat tempat ini spesial.

Fufu, Tuan Putri? Liz senang sekali anda datang hari ini! *kiss*”

Ciuman antar gadis” secara tiba-tiba! Namun, meski sampai seperti itu, itu hanya layanan dasar yang cuma-cuma!!

Ba-bagaimanapun… aku tidak bisa melupakan aroma Onee-sama yang begitu manis.”

Oh… Tuan Putri, anda sangat cantik sekali. Ijinkan saya untuk memeluk anda~”

Di sebuah meja putih. Yang sedang memeluk seorang gadis yang tengah memerah mukanya adalah Liz, sorang murid berambut pirang, kelas 3 SMA, paling tua diantara keempat maid yang ada. Dengan kecantikannya yang ala Eropa utara. Dan rambutnya yang digulung berwarna lemon itu, sungguh memikat.

Ah, Onee-sama, kau lembut sekali…”

Au.. Tuan putri! Aku jadi malu anda terus memainkannya.”

Pelanggan perempuan itu sedang sibuk memainkan payudara Liz yang ranum. G cup boing, boing. Akan menimbulkan perasaan yang nikmat waktu dimainkan.

Kelembutan yang menyesatkan, bahkan bagi sesama perempuan, begitu kau merasakannya, kau tak akan bisa melupakannya.

Aaah… boing boing. Simbol keibuan.

* * *

Dan di meja yang lain.

Ehehe, Tuan Putri. Miona bekerja keras untuk membuat teh hitam ini! Tolong beri Miona pujian.“

Baik baik! Miona-chan hebat ya! Sebagai hadiah, aku kasih ciuman di pipi.”

Kali ini sedikit berbeda dari yang tadi — maidnya yang dicium.

Ehehe~” Dicium oleh seorang wanita kantoran, gadis loli itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah senyuman. Mahluk yang amat sangat imut..

Seorang gadis muda dengan senyuman polos dengan rambut merah yang diikat secara twin-tail. Miona, Murid kelas satu SMA dengan penampilan yang bisa di deskripsikan dengan dua kata: Malaikat Loli.

Nee~ Tuan Putri, bagaimana dengan menu pancake baru? Panas sih, tapi nanti Miona fuu fuu~ (tiup)”

Miona-chan fuu fuu!? Kyaa aku mau!”

Saat pelanggan yang terpukau melakukan apa yang di rencakannya, meski hanya sesaat di sudut bibir Miona yang berwarna strawberri itu mucul sebuah senyuman yang sadis. Dia memang cocok untuk bisnis ini.

* * *

Lalu selanjutnya, di meja lain:

Tuan Putri… kuenya… kalau Kisara suapi mulut ke mulut… maukah anda memesannya?”

Bibir merah jambu yang penuh dengan krim, seorang maid yang, entah kenapa, begitu berani melakukan hal seperti itu.

Dia mirip seorang putri raja dengan rambut panjang berwarna terang, tapi…

Ki-kisara-oneesama!? Mulut ke mulut itu, memalukan…”

Sebuah pelayanan yang berlebihan untuk seorang pelanggan perempuan yang tengah memerah wajahnya.

Namun, Kisara maid berambut panjang nan cantik yang kini berada di kelas 2 SMA itu memiliki pandangan yang panas.

Anda tidak suka? Saya… Saya ingin lidah Tuan putri bermain-main dengan lidah saya…”

Ya, diantara keempat maid, dia tampak paling tradisional. Karena itulah dia tampak seperti seorang nyonya besar.

Dan dengan penampilan yang begitu rapi dan bersih… isi kepalanya penuh dengan warna merah muda, seorang miss pervert. Seorang gadis yang mesum…!

Dari bibirnya, air liur yang bercampur dengan krim… Ah… terlihat sangat cabul! Dan dihadapan pelanggan perempuan lagi!

“………….Chuuuuuuu…”

Dia adalah model cafe ini.

* * *

Dan terakhir.

I-i-i-i-i-ini, Tuan Putri? Ci-ciuman selamat datang…!?”

Untuk para wanita yang datang ketempat ini, ciuman selamat datang adalah layanan dasar untuk mereka.

Bagi para maid, “ciuman selamat datang” adalah hal biasa, keculi bagi yang wajahnya mejadi semerah apel.

U-um, maid baru? Jika kau semalu itu aku juga akan ikutan malu lho…”

Ma-maaf kan saya…”

Ciuman untuk pelanggan gadis kuliahan itu berhenti begitu saja sebelum sampai. Yang wajahnya memerah sampai-sampai hampir meneteskan air mata adalah pendatang baru yang baru saja menjadi maid beberapa hari lalu karena tergiur akan gaji yang ditawarkan…. Yuri, kelas 2 SMA

Dengan rambut yang tidak begitu panjang dan matanya yang besar dan indah membuatnya terlihat cantik, sangat cantik. Tapi dia normal, het! ( Yah, tapi kan dia di yuri maid cafe, mau tidak mau ya harus berubah jadi yuri~)

I-i-i-i-i! Ini pertama kalinya saya berkerja di industri seperti ini!”

Uap panas mulai muncul dari kepala Yuri sebelum berciuman.

Ehm, maid yang lebih tua, Liz, berdehem dan sedikit memerah mukanya.

Bukan seperti itu. Ini adalah tempat suci para wanita!”

Ya, di tempat ini laki-laki tidak diperbolehkan masuk. Ini adalah tempat dimana hanya wanita yang menyukai wanita yang boleh masuk. Surga bagi para gadis -Arcadia-. Yuri Maid Cafe “Little Garden” bukanlah cafe utuk tempat mesum!!

Tempat ini… “Little Garden” adalah cafe yang bersih dan suci, tempat dimana 4 gadis itu berkumpul membangun cerita tentang cinta, persahabatan, ciuman, ciuman, dan ciuman!!

Bagaimana pun kalu melihanya, cafe ini cafe begituan kan!?”

Teriakan yuri bergema di dalam ruangan.

 

======= Bagian 1 Selesai =======


CREDIT:

Translasi bahasa inggris oleh: TheLazy9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.